*gairah lembut*

Diantara pucuk phon sangkar itu mungkin kelembutan terdiam dalam dokma-dokma kehidupan yang sedikit ke kanan mungkin sedikit menghitam juga, ketika mimpimu tak ada hambatan atas hawa kesegaran yang pada hari ini kau merasakan sebuah kenikmatan yang tak mungkin kau diam dan baik-baik saja. Bahwa roda dan hawa yang sejuk sejatinya membuatmu tetap tersenyum meski di tengah ke bingungan dan kebosanan, ini salah siapa?
Salahkah mereka atau salah diri kita sendiri yang dengan tidak sengaja membuat kita banyak bertanya dengan gelombang bayang bayang diri yang tetap hidup dalam lingkar sirekel yang berbeda, atau malah diatas sirkwl yang berbeda itu ada kebiasaan-kebiasaan yang berbeda pula, entahlah entah bagaimana diri ini memahaminya akan sangkar-sangkar yang mencoba meraih pasaknya diatas banyaknya hambatan diri untuk tetap melakukan sebuah proses yang kian tak di lihat oleh banyak orang. Entah ini sebuah hambatan ataukah sebuah resiko yang kemudian tetap harus aku jalani sebagai sebab atas banyak hal yang kini tak bergairah lagi. Oh mimpi bawalah aku setidaknya kedalam masa depan serta pengalaman yang lenih bisa membuat aku tersenyum lepas untuk kemudian dapat menjadi peribadi yang sadar diri. 

Comments

Popular Posts