*Sampah Adalah Cara Kita*

Terkadang dalam sepetak perumahan berbau tanah yang basah dini hari dengan sorotan cahaya yang begitu kuat untuk kemudian memulai aktifitasnya dengan sarapan nasi kuning dengan iklan di televisi. Sedikit bergema suara mesin kendaraan dengan reriungan burung berkicau dalam kandang yang di perdagangkan, di sebelah itu terdengar suara ramai anak sekolah yang penuh semangat untuk memahamkan suatau ilmu dengan penuh prasangaka dalam pribadinya. Terkadang masa yang seperti ini sedikit terlewatkan oleh sebagian orang yang mungkin dirinha hidup di lingkungan yang sedikit memiliki kesan yang timpah ruah, namun sengketa tanah dalam peradaban manusia nusantara tetap menjadi sampah, tetap menjadi sampah ini yang kemudian mengusut manusia menjadi pulau-pulau tanpa penghuni yang akan datang di suatu hari nanti, Padahal terlepas dari konteks itu semesta tidak menghendaki adanya sampah. Dalam hal ini sampah bisa kita definisikan Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang dimaksud sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah ini dihasilkan manusia setiap melakukan aktivitas sehari-hari. Pengelolaan sampah menerapkan paradigma baru yaitu pengelolaan sampah secara holistik dari hulu sampai hilir. Namun sampai detik ini hanya ada beberapa pemahaman yang kemudian terealisasi dengan baik, dalam hal ini problematika yang kuat bukan sampah yang menjadi salah, bukan plastik yang salah akan tetapi cara kita dalam menyelesaikan atas hal-hal yang kita butuhkan sehingga tifakmenjadi benda yang sia-sia dari apa yang telah kita butuhkan yang mana hal yang kita butuhkan itu terbungkus dengan plastik. Manusia terlahir dengan fikiran yang seharusnya bisa memproses apa-apa yang ia temukan, setidaknya bukan hanya sebatas fikiran melainkan realisasi dari fikiran itu. 

Comments

Popular Posts