*Membalut Hujan Bersamamu*
Tersenyum antara keringat di malam hari
Bersama bintang dan angin
Menerpa bau tanah kebasahan
Dengan rintih di balik hayalan
Dan malam itu sedikit merenung
dibalik bilik rumahmu
Kehangatan itu seakan taakan terlepas
Lewat perasaan-perasaan mendalam
dengan gelombang
dengan rentan yang membuatmu berharap
berharap dalam sepetak sawah dalam ancaman
dan keringatmu menyengat kekasihku
menyambar daun-daun yang muali gugur
diantara rembulan lalu senyumu membuatku bergairah
untuk pergi ketika malam terlentang
Mari kita pergi saat jalan terlentang sepi
Mari kita pergi melewati jalan yang kumuh
dan tertidur di dalamnya dan mulai bertanya kapan ia sadar dengan hujan
...
Kapan ia terbangun dan menerpa hujan-hujan dan rembulan
lalu melihat kita yang ke bingungan dengan jalan mau ke mana
Mari kita bertanya pada tukang pecel lele yang terkapar habis
dimanakah mimpiku Apakah mereka tau
Apakah mereka mengerti dengan keringatku
Berdiamlah dalam dirimu kekasihku
tersenyumlah dalam gelombang pinang
dalam riang yang malai muaram
dalam harum yang semerbak menyengat
terkubur oleh tanah yang basah
terpejamlah dalam setiap jalan itu
mungkin tuhan menyisipkan sedikit cahaya lewat huajn
atau bahkan lewat keresahanmu
dengan nyata dengan kelingking diatara tembok yang muran
diantara teriakan yang tak jelas
mari kita menyapa mipi
mari kita meraba hati
mari kita berjalan dalamarah gelap
sampai cahaya rembulan membubung dalam kehengingan
sampai rintih membuatmu memangilmu dengan kata tanpa sebab
dengan kehengingan dan panggilan
bandung 13, 10, 21

Comments