Rima Raya sangakar kelabu

Senandung riang menitik benak-benak hijau di ujung pelipis yang tak kenal lelah..
dimana hujan dilema dengan banyak perkara sekian menghiasi mimpi-mimpi alunan belah kasih jiwa, lalu kemudian diam-diam meneteskan air Mata bersama dengan bayang-bayang keresahanya diri sendiri..
Lalu dengan sebab seperti apakah yang Kian menjadi pertanyaan banyak orang, atau mungkin hayalan yang Kian nyata ini menjadi sedikit tanda tentang bagaimana pengolahan permata itu di anjurkan, di singkirkan lalu di masukan dalam pelipis Lara yang diam-diam menghantuinya, atau malah dalam diam itu memberikan gambaran terkait dengan ruang-ruang penyadaran dalam diri ruang kelembutan tentang bagaimana suatu Hari Nanti. Tentang bagaimana mimpi ini terbawa oleh angin lalu kemudian ia diam-diam terhasut oleh mimpi dengan jiwa yang tak mungkin bisa tersampaikan dengan jelas bahwa hidup ini adalah soal pertanda Dan penanda,
Bahwa semua ini hanyalah tentang bagaimana alasan Dia menggapai langit-langit hijau bersama rembulan yang bersangakar di atas pelipisnya lalu kemudian Bintang membersamainya dengan kenangan Dan hujan yang meneteskan embun biru Dan langit yang lepas untuk mendekapinya, sebab itu hanya permata yang Kian menjadi alasan yang tak mungkin bisa tersampaikan dengan jelas. Bahwa semua itu ibarat rindu semua itu ibarat air yang beejalan Tampa harus memikirkan apa Dan bagaima di depan, yang jelas tak ada yang jelas dalam hidup kecuali kematian. 

Comments

Popular Posts