perwujudan dini
Barangkali tak semua bernyala
Barangkali mimpi-mimpi itu datang tanpa melalui prosesku
Barangkali senja itu melepas sepi di antara wujud yang kian membuatku tak lagi sempurna sebagaimana yang semua harapkan dan inginkan kepadaku
Barangkali kopi hitam dan sebatang rokok ini menjadi titik balik di antara derasnya halusinasi serta keinginan yang terus mencoba mencari jejak atas dambaan dan pencarian dini hari.
Pagi buta menyongsong gelombang yang terbenam dalam lubuk pinangan sebuah tulisan, semacam nada-nada yang kemudian berproses dalam sepetak pohon pinang dalam wujud nadi ini.
Kekasihku janganlah kau teruak begitu, sebab engkau ditakdirkan tidak hanya untuk begitu bahkan diriku. Mencoba mengais kelembaban yang tercucur pada kulit atas banyaknya propaganda wujud nyata dalam perwujudan.
Hidup ini pada mulanya butuh kepastian-kepastian kecil yang kemudian akan kita besarkan sebagaimana kita bisa, sebagaimana kita mencerca sebuah nanda yang datang dengan begitu saja. Sekilas memang tak ada asa yang di kira kosong, hanya akan ada sepetak persembahan diri yang akan kita raih dalam segenggam sebuah tulisan.
Penafsiran setetes embun pagi dalam mimpi, juga sepetak kiasan luap melayang terbang menuju angkasa. Tak semua hal yang kita inginkan menjadi sebuah kenyataan, dan semua orang sadar dengan itu, bukankah senja yang datang dini hari hanya sebatas mimpi? Bukankah senja yang telah pergi telah kita lalui?
Lalu apa yang belum kau raih?
Raihlah segera lah sebelum kehabisan waktu!

Comments