*embun suci lencana suara hati*
Seperti senjakala yang mendorong menepi menghempas kedamaian yang semerbak melambai oleh pusaka lewat jeruji hitam yang melerai kepqstian hidup.
Melerasi setiap gerak atas berbagai kekhawatiran yang cenderung datang dikala redup yang memui hujan lewat selinap mendung dalam kecenderungan.
Doa-doa dan air mata menetas di hari yang semakin berubah lalu kau mengikutinya, sebab embun di pagi hari ini mungkin akan kian redup dimasanya namun ingatan ini mungkin taakan pernah tergantikan dengan kekebalan yang kau tundung di pagi hari ini.
Meski sekian waktu terucap lewat semerbaknya air mata yang tak mungkin engaku lupakan sampai batas waktunya melepaskan
Selamat merayakan hari raya Lebaran

Comments