Kembang Sutra Menets Asa

 kembang sutra menjeret tatkala malam tiba, melepas penat demi wijud cita dan harapan menjadi realita. Lantas bagaimana bunga menjadi sepotong asa yang tumbuh dan tiba dikala senja datang. dan mentari yang melayang bukan tanpa sebab hal itu tumbuh dan bergetar dalam hujan yang akan datang, membelai angin panas yang tanpa terhenti melepas badan, mendorong ke dalam arah mata angin berhanti.

Senja bukan jalanan yang datang tiba-tiba lalu menghilang ke dalam arah mata angin yang semoga memberi hisan mentari tanpa perlu halusinasi, melambai kabut tebal yang mencoba mengusir asa di dalam gambaran hujan senja meski gelap tetap menyelinap dalam ketidak tauan manusia untuk dapat memahami makna arti di balik perjalanan dan cita-cita yang dimiliki.

hujan diantarra senja itu memeluk erat tubuh dengan penuh keyakinan untuk kemudian bisa memahami layar-layar yang meulai tertutup oleh berbagai persoalan batin yang datang, datang ke dalam arah mata angin yaang tanpa sengaja orang taakan mempedulikan berbagai isi hati maupun isi dari gemnggaman yang mencoba bersemayam dalam tubuh-tubuh manusia yang hakiki

sekali lagi perjalanan ini bukan tentang sebagaimana kau dapat menyelasikan sebuah problem, melainkan sebagaimana engkau menikmati lalu memberi syukur yang kuat, bahwa hidup ini adalah sebuah kenikmatan yang taakan kita nikmati dengan sedemikian rupa tanpa adanya sebuah problematika datang dalam hidup kita.

Comments

Popular Posts