Kadrun Arabia dan Kadrun Gurun Gobi

Kadrun Arabia & Kadrun Gurun Gobi
Kerajaan di Jawa pada zaman dulu juga pernah menghadapi ancaman dari yang namanya 'kadrun'. Hanya bedanya, saat itu kadrun yang datang bukan dari Gurun Pasir Arabia. Melainkan dari Gurun Pasir Gobi. Kita tahu bahwa gurun pasir Gobi adalah salah satu gurun pasir terluas di Dunia yang membentang di wilayah yang hari ini bagian dari negara China dan Republik Mongolia.
Para Kadal Gurun pasir Gobi ini dengan sombongnya meminta kepada Raja Singhasari agar Jawa dan seluruh nusantara tunduk kepada kaisar Mongol. Alih-alih mengakui tunduk terhadap kaisar, Raja Singhasari malah dengan beraninya menolak tunduk dan menantang Kaisar Mongol. Ia pun juga memotong telinga utusan Kaisar Mongol sebagai bentuk atas tantangan tersebut.
Kaisar Mongol murka dan mengirimkan banyak pasukan untuk menghukum Raja Kertanegara di Jawa. Ribuan Pasukan Mongol yang datang ke tanah Jawa tak membuat gentar Jawa. Pasukan Mongol tersebut akhirnya tumpas dengan memalukan oleh pasukan di tanah Jawa.
Sejarah adalah hal yang selalu terulang.
Kini bangsa kita menghadapi berbagai isu ancaman Yang dapat merusak keutuhan bangsa.
Ada ancaman dari kaum kadrun gurun pasir Arabia. Yang mencoba menundukkan nusantara dengan menyebarkan paham-paham yang ingin mengganti sistem negara. Yang mencoba menjajah nusantara dengan menjauhkan orang-orang dari adat budaya asli nusantara.
Tapi, di sisi lain, jangan lupakan juga ancaman kaum Kadrun dari gurun Pasir GOBI. yaitu ancaman China. Mongolia tampaknya tak usah dikhawatirkan karena kini hanyalah sebuah negara kecil. Tapi tetangganya China, kadrun ini juga perlu kita waspadai bersama. Usaha penjajahan kadrun Gobi agak berbeda dengan kadrun Arabia. Kadrun Gobi mencoba menundukkan nusantara dengan pinjaman-pinjaman hutang. Menjadikan bangsa kita terlilit hutang. Lalu membanjiri bangsa ini dengan aneka produk yang berasal dari mereka. Menjadikan kita perlahan-lahan tak cinta dengan produk negeri sendiri. Dan yang paling nyata dan sedang panas adalah Kadrun Gobi ini sudah berani melanggar batas kedaulatan laut negara kita. Bahkan dengan pongahnya mengklaim bahwa Natuna adalah milik mereka.
Kita harus sadar akan ancaman ini. Kita harus bangkit. Berani mengakui identitas budaya kita sendiri, berani berdiri di atas kaki sendiri membangun ekonomi bangsa, berani mencintai produk negeri sendiri. Inilah kesempatan bagi kita semua. Menunjukkan keberanian seperti raja Singhasari pada masa lampau yang tak mau tunduk terhadap ancaman asing, meski apa pun resiko yang menghadang.
Rahayu Nusantara Jaya.
(Foto ilustrasi : 1. Gurun Gobi yang membentang dinwilayah negara yang kini masuk wilayah China dan Mongolia
2. Ilustrasi Pasukan khas Gurun Gobi yang akan menyerang ke Jawa)

Comments

Popular Posts