Sepotong coretan untuk kekasih

Mentari bernyala disini
Pagi ini ku dengar ombak bergemuru menerpa pasir putih diantas mentari yang kembali menemani.. Meski hari yang lalu berhimpitan kesal amarah dengan prahara, seakan pelukan anginmu sangat dirindukan sesal bila hilang begitu saja di terka oleh sedetik waktu yang tak sadar menjumpaimu lalu pergi meninggalkanku. Kekasih angin ini ku titipkan lewat gelombang dengan angin suci diatas mentari dan rembulan yang mencoba menyinari untuk menyalakan gelombang dengan sepotong pasir putih. Jika tersampaikan kekasih, ku harap tak ada lagi keresahan ego serta amarah yang kau rasakan sehinga menyelimuti senyummu dengan angin itu, sehingga menerpa dadaku seakan prahara yang mentekapku lewat angin tulus yang kau titipkan kembali dengan angin suci yang ku kirimkan untukmu kekasih. Hari yang lalu mungkin sangat mengekangmu, hari yang lalu mungkin tak kau harapkan dalam surat impian yang kau tuliskan dalam sepotong kertas yang kau masukan dalam botol lalu kau meletakan pada bibir ombak yang segera akan melalapnya, dan kau tersenyum lepas di temani angin suci yang membelai rambutmu diatas bukit itu.
Hening, lepas, dan tulus..
Detang jantungmu masih sama denganku kekasih, bahkan alur nafasmu masih sama denganku lalu cobalah kekasih kau pandang seberapa luas dan dalam lautan impian yang ku renungkan dalam relung hatimu. Cobalah cobalah kau hisap kembali nafasmu yang kau lepaskan begitu saja kekasih.. Cobalah kau ambil kembali jejak kakimu yang telah kau injakkan dengan begitu saja lalu hilang begitu saja dengan air.
Cobalah kekasih kau tangkap bintang-bintang yang kau anggap gemerlap namun di siang hari, taakan mungkin kau menangkapnya kekasih meski tertangkap aku taakan percaya bahwa itu bintang yang mencoba bernyala di antara mentari yang menyinari.

Purworejo 05 juli 2020

Comments

Popular Posts