corong semesta dalam segelas cahaya
Mentari ini membuat semeata kagum, kagum dengan permata-permata hijau yang terus bertasbih kepadanya. Tuhan rasa terimakasihku atas hal-hal yang telah aku lalui mungkin jika bisa di ukur akan tak sebamding dengan luasnya samudra dan daratan. Sesmsetapun demikian, maka dengan hal itu sebesar apa semesta sebesar itulah rasa syukur yang terua aku lakukan. Kata trimakasih ini mungkin tak bisa mwnggambarkan betapa aku sangat-sangat bahagia atas hal-hal dalam hidupku ini, semoga dengan rasa syukur ini lain hari akan bertambah luas demikian pula pohon-pohon yang terus bertasbih kepadamu meski banyak diantara kita yang ingin membutuhkan sebagai suatu daya dalam mereka bertasbih kepadamu. Pagi siang sore hari ini mentari terus menatap bumi dengan penuh senyuman dengam penuh kegbiraan seperti kita ketika di siang hari dengan seyuman sang mentari di hiasi dengan kopi dam sedotan rokok yang di terpa oleh angin yang melambai-lambai. Tulisan ini suatu hari semoga bisa tergambarkan pula dalam setiap jiwa manusia akan betapa bahagianya kita hidup di dunia. Oh jiwaku bimbinglah dirimu untuk menuju gambaran tulisan ini, mulailah mengurangi hal yang memang kau sadari itu tidak boleh dan agar kelak kau bisa tersenyum dengan hakiki lewat hal-hal yang kau temui atas hal-hal yang kau sadari tidak boleh. Terimakasih tuhan Terimakasih ibuk Terimakasih semesta kau adalah hidup yang abadi dalam diri ini.
Tetap tersenyum dan tetap bersyukur
@akarbunganusantara

Comments