malam yang tak larut
Pagi ini diantara daun-daun yang bersemai, ku rasakan persemaiaan yang tumbuh atas sebab dari kesibukanya. Banyak aspek yang sejatinya ingin ku tuangkan dalam peran ini memang demikianlah manusia hanya kian mendalami peran atas jala-jalan yang tuhan berikan, minimnya kosakata yang aku miliki mungkin juga membuat dirimu susah memahami terkait apa yang akan aku tuangkan isi dalam otakku untuk kau mengerti. Begitupun engkau mungkin yang tak paham soal kata, sejatinya kau juga ingin menungakan hal yang bisa di pahami orang. Kesunyian ini datang saat saudaraku mulai tumbuh dan bersemai di paru-paru dunia (kalimantan). tentunya akan banyak cerita yang sejatinya akan bermakna dalam hidup ini, rasa syukurpun terus keluar dengan sendirinya melihan tiba nantinya atas tumbunhnya dirimu melihat mekar semerbak yang akan meneteskan embun pagi diantara daunmu yang tumbuh. Mungkin jika kita pahami lagi tak ada yang perlu di perdebatkan atas hidup ini, karena memang gramatika dari sebuah kehidupan demikianlah ini, cuman kadang yang memisahkan antara ada apanya dan apa adanya kita sendiri, pdahal jika di pahami lagi kalimat tersebut tidak menjadikan dua konotasi yang berbeda akan tetapi tetap menjadi satu kesatuan kata yang akan bisa kita maknai di suatu hari nanti. berkali-kali bahkan aku bicara terkait dengan menanam, hidup, tumbuh, berkembang, dan mati. bahkan dalam tembang macapat juga sudah di terangkan dengan jelas diantara maskumambang sampai dengan pucung. nah yang menjadi menarik bilamana hal itu dihadapkan dengan kemoderenan yang memang terjadi banyak aspek persoalan yang kita sendiri kadang bingung dalam mengolah atas beberapa hal yang kita olah. Dengan demikian banyaknya persoalan yang di hadapi, yang di temi dengan kesendirian kenyunyian dan masih banyak lagi ini marilah sama-sama kita merenungi atas hidup shingga dalam hidup ini menemukan kesejatiaan yang menjadikanya bermanfaat bagi banyak orang.
@akarbunganusantara.

Comments