bukankah kekasih hari lalu bukan kekasih hari nanti

Lama tidak menuliskan sesuatu untukmu, mungkin semesta menjawab bahwa di padang mahsyar nanti setidaknya rasaku pernah terpendam dalam gelombang dosa yang pada nantinya akan membawaku kedalam pembalasan. Bagiku tak apalah karena memang mau selua apapun tapi percayalah bahwa ampunanya melebihi dari apa yang selama ini kita pahami. Hari-hari yang lalu kita pernah ada diantara hujan yang berteduh atas kekuatan rasa sehingga nyaman memeluk kita menghangatkan bahkan meghipnotis fikiran sehingga ia melayang kedalam gelombang-gelombang lautan awan yang melayang diantara tingginya pepohonan. Namun begitulah engkau, begitulah tuhan dan begitulah semesta, bagiku sangatlah menarik sehingga aku masih tertarik untuk hidup masih tertarik bagaimana pola kebenaran tercipta bagaimana poros menjadi ada. Bahwa manusia adalah gambaran semsta, bahwa semesta adalah gambaran manusia bahwa segalanya adalah ciptaan yang membuat cipta. Kekasih biarlah engaku tetap menjadi rahasia dibalik kekuatan cinta, dibalik proses dibalik rasa dan dibalik warta yang menjadi permata. Jika nantinya kaulah jawaban dari apa yang selama ini ada dalam imajinasiku mungkin aku terlalu eogos karena tuhan melebihi itu maka akan ku sapa kekasih selamat tidur dan selamat istirahat dan nikmati celoteh bibir yang akan ku selipkan cerita di dalam tidurmu. Dan kau kekasih yang lalu yang pernah aku kira kau adalah sebuah jawaban, nikmatilah celoteh cerita dari kekasihmu hari ini dan takjublah karena kau hanya mungkin pernah mendengarkan ceritaku saja sehingga cerita dari kekasihmu hari ini menjadi nada baru yang akan mendorong ke dalam tujuanmu.
@akarbunganusantara

Comments

Popular Posts