tetes sengketa

Lantunan masa akan bersujud kepadanya maka di sebuah akasara atas hal yang mungkin kau anggap buruk, hal yang kau anggap buruk yang telah kau lakukan itu bukan berarti engkau tidak bersujud di hadapanya. Kita semua tau bahwa pribadi punya cara sendiri akan bagaimana mereka bersemai atas hal yang mungkin kau anggap sebagai paruh Subjudumu. Hal yang di anggap buruk itu sudah semestinya akan berdampingan dengan kita yang pada akhirnya ada dua obsi yang menarik yakni melanjutkan dan berusaha apa, apa adanya saja.. Karena tak ada yang gagal selama kita memahami kita akan gagal ataupun sudah. Jadi yang perlu kita pahami adalah bagaimana kita, pun di lahirkannya kiya hal itu tentang bagaimana kita. Ada yang mencoba menghindari karena takut, dan ada yang tidak mencoba karena takut pahamilah bahwa selama itu kita tidak gagal, seperti mereka yang mungkin tidak mampu dalam studi keilmuam karena memang banyak sebab yang akhirnya membuat dia terkurung dalam hiruk pikuk sebuah pemikian. Jangan khawatir selama kita.. Maka tuhan selalu bersama kita, meski dianggap terombang-ambing oleh apa saja, meski tertiup angin bahkan badai yang akan mengumpulkan segudang hujan maka bagaimana kita berjalan diantara rintik hujan yang tidak mengenai kita. Bersaja berkala bersama.
@akarbunganusantara 

Comments

Popular Posts