*Wanita dengan sejuta prasangaka*

Tidak mudah memang untuk paham dengan problem - problem yang menjadi gerak dari sebuah proses, hayalan serta ekspetasi kian mengalir begitu deras tanpa henti entahlah sumber itu akan bermuara dimana. Namun setelah sekian memahami dan mencoba mengerti dengan keadaan yang begitu hampa kini ia malah menjadi seumpal onggokan daging yang hanya bisa meneteskan air mata, aku ndak tau lagi seberapa luasnya kesalahan ini hingga membuat ia kian meneteskan air tanpa henti, namun cobalah kita pahami lagi dengan sekuat dan seluas apapun problem yang kita hadapi hakikatnya akan baik-baik saja jika kita saling memahami dan mengerti dengan dasar tersampaikan dengan jelas tanpa ada hal yang mungkin di tutupi, karena memang konteksnya bukan lagi soal benar dan salah dan permohonan maaf yang di belenggukan, akan tetapi tentang bagaimana hal ini jumpa namun terkuras keringat lalu baik-baik saja karena memang hal yang paling berharga adalah pembelajaran terkait dengan bagaiman kita menyelesaikan dengan tepat yang pada nantinya akan timbul pembenahan diri menuju hal yang lebih baik lagi. Jika kita renungin lagi hal ini merupakan potongan dan gumpalan dari sebuah cinta sejati yang memang jika kita tidak ada dalam gelombang ini makan sejatinya kitapun tidak bisa merasakan akan bagaimana problem ini terus bergejola..
Yah demikian manusia demikinalah yang pada akhirnya akan kembali dalam gelombang yang sama yakni egosentrisme dan idealisme, yang terpenting iyalah sampaikapankah dan seberapa betahkah sosok ini akan mempertahankan idealismenya, dan percayalah bahwa tuhan hadir dan akan memberikan secercah sinar yang pada akhirnya mereka akan menemukan penyelesaian sendiri-sendiri.
Tetap tersenyum mbaknya, 
Meski seringkali aku membuatmu terluka, dan aku tidak terlitas setetespun untuk membuatmu terluka tapu percayalah bahwa itu peran tuhan unyuk sebuah proses kedalam ruang bahagia yang sejati.
Aku akan tetap mencintaimu walau apapun itu. 
@akarbunganusantara 

Comments

Popular Posts