Tinggal di Indonesia atau meninggalkan Indonesia
Banyak sekali yang sering menanyakan atau bahkan berprasangka terhadap pasang surut suatu negara dengan segala rupa kebijakan yang menaunginya, terkadang hal ini sering mengancam jiwa saya untuk tetap bertahan walau aku kira aku teracam. Namun walau bagaimanapun suatu kebijakan dan juga keputusan yang hingga saat ini kita jalani itu juga atas peran orang-orang yang sama-sama mamiliki jiwa yang sama seperti kita yakni manusia dengan segala otak dan daya berfikir yang seharusnya imbang dangan perasaan dan welas asih. Terkadang aku sendiri menjadi salah satu dari berjuta-juta manusia di sana yang memang kebingungan dengan segala rupa problema yang ada di dalamnya. Aku sadar betul aku tau betul bahwa hal-hal yang mengancam alam itu memang tidak bagus dan memang tidak tepat, walau sedikit banyak kita telah menikmati tanpa menyadari dampak yang terjadi. Jika tanah air dan seisinya adalah milik negara kesatuan republik indonesia maka saharusnya mereka sadar betul akan bagaimana mengolah dan menjaganya, namun pada nyatanya mereka mempertaruhkan alam demi kebutuhan dan juga nafsunya, dan entah itu siapa. Wadas menjadi salah satu simoanan alam yang sedikit banyak telah menghidupi anak cucu hingga saat ini. Namun dengan adanya bendungan ini apakah wadas tetap akan menjadi simpanan bagi anak cucu dengan mengorbankan alam dan lingkungan sehingga sikologi yang terdapat pada masyarakat sedikit banyak teracam.
Semua ini memang menjadi tanggungan masyarakat yang sudah menjadi kewenangan yang ada di dalamnya, namun jika hal ini terjadi terus menerus lalu bagaimanakah saya masih bisa bertahan di suatu negara dengan segaka kelebihan dan kekurangannya. Bahkan sejak dulu aku selalu ingin pergi ke tempat yang jauh yang nyaman bahkan di bawah badaipun dengan kosdisi yang nyaman, sedang saya sadar betul dengan Sdm yang saya miliki. Namun justru dengan kesadaran seperti inilah yang seharusnya aku tidak takut melangkah untuk kemudian menjalani kehidupan yang selama ini masih dalam imajinasi. Berangkat dari kesadaran akan segala hal menuju keyakinan akan segala hal, bahwa segala sesuatu akan kita dapatkan dengan daya, segala sesuatu akan kita raih dengan kesiapan yang matang. Dengan sebab inilah mulailah meraba lagi akan banyaknya hal yang terus menerus mengancam terus menerus memberi dampak kebaikan dalam lingkup kecil yang akan terus menjadi besar dan menjalar dalam ketenangan tuhan semester raya.
Roni Susilo.

Comments