Menyapa embun
Sayup lembut memikat hasrat
Tertanam dalam benak malam gulita
menebar bunga semerbak harum yang memikat
akankah dunia seisinya mampu menciptakan kebahagiaan
Kilat kehidupan manusia terus menebar, Memikat dibalik asa yang tak akan terganti lewat hiruk pikuknya perdamaian dan kebahagiaan keberhasilan setiap orang. Sesekali untuk melihat memang perlu, sesekali memikat dan berhalusinasi untuk dapat mencipta sepertinya memang menjadi manusiawi. Dan aku selalu percaya bahwa ada seribu jalan untuk mampu mencapai sepertinya. Meski dalam kehidupanku selayaknya manusia seutuhnya yang hidup apa adanya yang penuh dengan kebahagiaan.
Tetesan embun dan reruntuhan itu kemudian mulai menepis daun, yang jatuh di antara pelampiasan pepohonan yang memikat asa, atau bahkan dapat mencicipi aroma kedamaian yang telah dimilikinya. menjadi manusia cerdas dan memikirkan strategi yang akan di capai merupakan sebuah kunci. Meski hingga saat ini aku belum bisa menuan kebutuhan atas hasil keringatku sendiri.
Namun demikianlah kehidupan, bahwa Tuhan akan selalu meneteskan kebahagiaan lewat berbagai cara, lewat berbagai rasa yang sama dengan jalan yang sedikit berbeda. Namun percayalah bahwa perjuangan dan doa atas hasil yang akan di capai itu semua, memiliki berbagai risiko da memiliki berbagai konsekuensi yang sudah semestinya kita terima.

Comments