berjalan diantara tapak bara pada air
Terhempas dan membara rasa ini menusuk jiwa hingga melekat kekuatan fikiran dalam hati yang mulia. Dalam islam thoyip menjadi pijakan yang tepat kunci hidup, akan tetapi banyak kontradiksi yang timbul dan bermunculan di tengah kehidupan yang perlu kita sadari bahwa hal ini memang penjadi hadapan yang harus di hadapi oleh setiap indovidu, banyak kaitan yang tentunya akan kita temui baik dalam dunia formal ataupun nonformal di aktifitas yang kita lakukan. Di samping itu pula juga ada ruang perenungan yang akan timbul kesadaran dalam diri sehingga menjadi daya dalam manusia hidup di berbagai bidang yang memang hal ini menjadi tonggakan akhir manusia menuju kesadaran. Mungkin banyak yang bertanya-tanya terkait dengan kemewahan kenyamanan dan kebaikan naun hakikat dari itu semua terletak dalam diri jika kita mampu memahaminya, tak luputemang bila kita sering bertanya-tanya terkait dengan hal itu karena sayapun juga demikian. Dalam tulisan ini aku tak punya niatan sedikitpun untuk memberi tau ataupun menyadarkan akan tetapi sebagai hal diskusi bersama meski kau tak sempat membacanya, di saping itu aku menghadirkan kamu dan kamu dalam diskusi ini meski kau terkadang tak menyadari bahwa aku menghampirimu takapalah yang jelas dalam hal ini kita bisa memahami atas apa yang mau kita pahami
Dari tulisan ini tak lain dan tak bukan sikilas berdo, a merenung dan juga bercuta-cita terkait dengan kunci kehodupan.. Dalam islam juga jelas tersampaikan kalimat toyip yang mwngandung makna kemulyaan, dari kalimat ini tentunya akan tibul persoalan terkait dengan lingkungan, alam, dan diri sendiri. Dangan adanya persoalan itu seharusnya kita bisa sadar dan menjadikan persoalan itu sebagai jalan kesadaran menjuju pijakan dengan apa yang ada dalam halusinasi diri. Banyak yang berpendapat bahwa kemulyaan itu di gambarkan dengan parameter yang nyaman, bahagia, dan indah, itupun menurutnya.. Menurut kitapun juga berbeda lantas mulya yang seperti apa yang seharusnya kita pahami sehingga wajib kita jalankan. Maka sadarilah hakikat kita sebagai manusia yang memiliki pasangan dengan "lingkungan" pasangan kita itu lingkungan, baik alam, baik mahluk hidup, baik manusia. Kietika kita bisa memahami keterkaitan antara hakikat dengan pasangan tersebut seharusnya kita juga bisa memahami juga bahwa sesuatu yang mengurai itu baik, dan sesuatu yang tidak mengurai itu kurang baik! Apa coba mahluk yang di ciptakan tuhan yang tidak mengurai.. Bahkan kotoranpun yang bisanya dianggap lebih kotor dari sampah ia bisa menguari dan bisa bermanfaat..
Nah dengan demikian setidaknya kita bisa memahami sedikit pola dari kunci yang kita maksud. Akan tetapi terlepas dari itu hal ini tentunya kontras dengan kehidupan yang moderen, padahal jika kita memahami lagi hal ini sudah di lakukan oleh Para leluhur kita dahulu kala. Banyak pada nantinya yang akan menganggap gila bahkan terlalu idealis, ah bagiku naturalis kok..
Heheheheheheh
Lantas jika idealis bakal membentul naturalis kenapa tidak?? Toh sediealis-idelaisnya kita akan naturail dan naturail akan bermanfaat bagi banyak orang utamanya sih lingkungan..
Maka marilah kita ngopi sejenak di masa muda ini untuk pada nantinya kita bisa memahami hakikat manusia hidup di dunia dengan keseimbangan hidup yang tepat sehingga kemulyaan akan hadir di tengah kehidupan yang semakin membingungkan.
Salam bahagia tetap semangat selalu bersyukur dan tetap ngopi
@akarbubganusantara

Comments