Goresan angin
Beberapa hari yang lalu ada masa yang memang sebenarnya akan sangat menarik yang tumbuh di dalam diri Saya sendiri dari dampak yang di lakukan masyarakat, yang menjadi menarik adalah kerika dari hal yang nyata tak singkron dengan rasa, gambaran sederhananya adalah ketika kau tertawa di depan orang banyak menertawakan beberapa hal tetapi perasaanku bisa saja. Hal ini dalam diriku menjadi menarik karena biasanya aku tertawa lepas dan menimbulkan efek yang bisa terlihat nyata. Nah dari sini jelas ada kalimat biasanya yang memang sering kita lakukan. Lantas dengan kejadian yang demikian aku mencoba menepi dari beberapa kebiasaan yang akhirnya terus bertanya-tanya dengan diri akan hal apa yang terjadi, namun dari aku menepi itu setidaknya dapat menemukan benang merah yang bisa saya jadikan sebagai pijakan untuk berproses lagi.
Di sampling itu yang akhirnya membuat diri ini bingung lagi akan melihat gonjang-ganjing mereka yang dianggap penggerak babgsa yang mengambil beberapa keputusan yang akhir-akhir ini banyak menimbulkan konteofersi dalam lingkungan, aku sempat nyesek melihat hal ini seakan singkron dengab rasa ini, yang akhirnya banyak timbul efek berprasangka buruk terhadap mereka dan puncak dari prasangka buruk ini adalah material "uang" yang memang jika di pahami lagi manusia dengan kemoderenan ini "uang" menjadi prioritas yang dapat mengalahkan kemanusiaan. Mungkin aku perlu ngopi ke dalam sisa hutan berdiskusi saja atas apa yang terjadi sehingga timbul rasa dan filter yang kuat dalam benak Paribadi masing-masing. Tuhan trimakasih banyak atas segalanya yang telah kau limpahkan kepada mahlukmu, trimakasih kau juga bisa membuat jiwa ini menjadi "seperti ini" semoga dengan banyak proses ini aku dan kawan-kawan bisa memahami dari banyak hal yang engkau berikan untuk kami.

Comments