tanam, tumbuh, mengurai.

Dengan memahai hiru pikuk suatu kehidupan tentunya tulisan ini menjadi teman yang memang sangat bisa dipahami sebagai suatu hal yang bisa konsisten atas diri kita hari ini. Pemahaman teehadap literasi memang menjadi tonggakan utama bagi para generasi muda dengan berbagai proses keremajaanya. Saya kira tuhan menciptakan manusia dengan banyak keistimewaan, bahkan tak ada yang bisa membandingi terhadap berbagai hal atas ciptaan tuhan yang satu ini, peryataan ini mungkin menjadi sebuah pembelaan saja teehadap diri, karena mang sudut pandang kita sebagai seseorang pelaku. Untuk hari ini masa yang bisa saya pahami bahwa hakikatnya manusia itu memiliki segudang potensi atas dasar beberapa hal yang telah ia lihat bahkan telah ia rasakan, hanya saja yang menjadi perjuangan tersendiri terletak pada pola dalam diri untuk bisa memahami relasi, lingkunagn yang akan membawanya kedalam imajinasi. Literasipun jika di lihat dari siai kepkaan akan timbul rasa yang berbeda, nah disinilah proses dan masa di butuhkan untuk tetap menyadari akan diri sehingga menjadi. Dengan demikian maka timbul pola fikir yang jika di peras lebih keras lagi maka akan timbul kalimat bahwa "suatu hal yang mengurai itu baik dan suatu hal yang tidak mengurai itu persoalan diri" coba kita fahami lagi menjadi rujukan dalam Psikologi diri sehingga bisa memproses gerak menjadi langkah kebaikan dalam uraian. 

Comments

Popular Posts