*selaras dan khawatiran lusa nanti*
Menwmbus asa diantara ruji hitam itu, ketika lwmbayung mulai menutupi jemari diatas pelipis itu mungkin hawa ini akan tetap bermyala diantara kerinduan yang kian tak terbendung untuk kemudian menghembuskan nafas diantara rerimbunan pohon yang teduh. Kembali menyapa lagi atas hujan di bulan mei, memberikan gambaran diantara lentera yang susut terbangun dengan jalan layang yang menghempas uang menghempas layang teebang dan kembali lagi diantara rerimbunan jemari yang mungkin setelah sekian lama tak lagi menyapa engkau yang meneduhi asap riang, asap halus dan memyapa langit bintang diantata gemuruh ombak atas helaiyan lentera kepalsuan. Hidup ini mungkin penuh dengan kecemasan, mungkin bahkan kecemasan untuk bangun dan tersenyum di langit esok hari.
Maaf bila dinihari menjemput lembayung atas sengketa semesta, untuk kemudian menyapa lagi langit-langit diantara denyut nandi.
Maaf jika aku cemaa maaf jika aku telah mengikuti arus bolak-balik antara lembayung eaok nanti.
Tetap semangat walau bagaimanapun itu.

Comments