*Selepas Cahaya Ini Redup*

Daun-daun menyapa angin tatkala nafas ini bergemuru di dalam detak jantungmu, didalam sepenggal urat nandimu, didalam seujung kukumu yang terus tembuh dan bersemai menyapa tanah-tanah yang menempal dalam selipan kuku itu. Daun itu akan gugur dan sadar Bahwa seberapa dalamnya pertumbuhan selanjutnya yang kian akan terus menyapa terpaain angin itu. Di seujung pagi ini rasa tak mampu lagi ku nyalakan untuk senantiasa menyinari di tengah keguguran yang mungkin engkau pahami, engkau harapi, dan engkau kasihi. Bahwa renungan atas cerita-cerita yang bergejola dalam bait itu bernyala di setiap sisimu di setiap tengah dari tidurmu dan kelelpanmu untuk kemudian membangunkamu untuk bersama-sama merasakan terpaan lalu jatuh sebagai makna dari pertumbuhan yang hadir dalam diri kita. 
Celoteh burung-burung itu menjadi sebuah tanda akan bagaimana gmerlap pagi menuju mipi, gemerlap suci menuju imajinasi, gemerlap daun menuju sangkar burung yang akan melindungi dari terpaan angin untuk mereka yang selanjutnya akan merasakan terpaan yang sama.
Kekasih bila nyala ini tak mamlu engkah pahami mama sadarilah diri bahwa dari dirimulah nyala yang abadi, nyala yang suci untuk mendorong diri ke dalam panasnya terpaan yang akan menyapa.. 
Hari esok bukanlah sebab dari bergabtinya hari yang lalu, yang pada akhirnya akan memperbaiki diri untuk menyapa le dalam khalayak selanjutnya dan kerikil esok pagi yang menjelma menjadi seumber dari terapi. Dengan ini hodupkanlah kai dalam sepotong nyala dalam pagi hari. 

Comments

Popular Posts