Harapan Bandung Selepas Hujan

 prioritas memandang semalam, memicuk hujan gemerlap bintang diantara, hujan-hujan yang membinasakan pelangi mimpi yang cenderung ke dalam bak bunga yang terkemuka. Bersemayang menepis asa memilukan hijau asa bak suara merayap dalam gelombang keramah-tamahan mereka, bersama hujan dan pelangi yang memandang hujan menggeser mentari diantara hujan dan gelombang yang memjar asa suara rasa. Melepas penat memilukan dalam kegelisahan bahagia mereka menembus bunga-bunga yang merambai di atas gemilang suci melambai dalam hijau yang tersebar di dalam hiruk pikuk suara menetas ke dalam bagunan yang meraja lela memutuh sembari menyinari keputus asaan cinta yang menebar bunga suara yang tercemar menuju hujan suara lembayung biru. 

menepis hujan memperkasakan suara yang riang menebar hujan diantara malapetaka hujan yang tersebar lewat mipi demi menggapai prioritas diri. Hujan malapetaka itu tidak pernah tau sampaikapankah akan menyebar usang bak bunga menggapai berlian yang menaggunhkan rasa demi kemiripan dunia yang tersebar diatas betis-betis kemaluan diri mempesona melambai bunga dan keramah-tamahan merka. Mungkin bandung selepas hujan dan kemacetan sudah menjadi pertanda bahwa jika ingin menggapai kenikmatanya maka engaku harus pula keluar dan menikmati saat orang-orang terlelap dalam sebuah mimpi.

mimpi itu entah tak tergambarkan lagi dalam segenggam cerita tentang keputus asaan diri, tetang gariah yang akan terus menyinari bak bunga menepis diatas terotoar dalam diri, lalu kemudian tersebar dalam bayang bayang  yang taakan pernah engkau ketahui. Keramah tamahan yang enagkau jalani juga dapat menjadi anggapan bahwa dunia seisinya akan tersebar menembus asa dengan kegembiraan yan engkau takdirkan lewat telaah yang ada dlam diri. Bahwa manusia akan secara seutuhnya menebar keasaan yang taakan pernah mereka pahami atas kesadaran yang akan engkau berikan.

kadang-kadang aku bingung dengan realita, prioritas dan senyawa-senyawa itu yang kamudian akan memberikan dampak secara signifikan bagi manusia seutuhnya, bagi dunia dan seisinya, bagi manusia yang akan hidup bersamanya di dalamnya sampai akhir memisahkan. tersampaikan lewat jemari yang taaan terganti lewat musim bulat yang taakan trsampaikan lewat gelombang yang menbar benih rasa cinta untuk tetap bersama dan bercahaya atas apa yang ada, atas cahaya yang hilang, atas segala hal yang dapat tumbuh selepas hujan tiba. atas berbagai macam yang menebar cahay datang di waktu esok hari yang penuh dengan kebijakan yang datang.

Comments

Popular Posts