Bayangan sendu

Terpijak di sisi manakah tentang pelukan hari itu di atas kabut yang mencoba menyelimuti indahnya mentari hari itu, apakah yang ada dalam pelukan halusinasi itu adalag bayang-bayangku sendiri yang entah kapan mengangajaku tentang manisnya pergi dan kembali. Tulisan ini memang tak dapat mewakili betapa luasnya samudra fikiran yang membara dalam setiap mataku terlelap mencoba menghampiri dengan penuh kegembiraan kemesraan akan lelapnya hari lalu, banyak dari engkau yang fokus akan keadaan yang tentunya tak akan membawa halusinasi alam bawa sadar. Aku pulang dan apakah aku juga akan pulang supaya engkau punya tujuan akab kepulanganmu begitupun aku, ini hanya waktu dan peran diantara kita tentang bagaimana kita berangan akan bayang-bayang kita sendiri. Semoga suatu hari nanti kau memahami diri ini supaya lekas bisa menanggung atas bayangan itu. Maka marilah bayangan berdamailah dengan aku supaya cahaya tak redup membara mengais pilu dan rintik hujan yang akan menghampiri kita, cahaya menyalah dalah setiap celah hujan agar bayangnhku bisa bersaksi atas hidupku yang tak bisa memberi cahaya kepada bayanganku sendriri. Perjalanan ini masih panjang, meski di tengah kegelapan masih ada rembulan yang masih akan tetap berdamai dengan aku akan mempertahankan bayang-bayang ini. Cepatlah! Semua soal waktu akan ketepatan hari demi hari yang mencoba menghiasi alunan waktu.

Semarang 11 Agustus 2020

@akarbunganusantara 

Comments

Popular Posts