Sore dan Pagi
Banyak hari yang di hiasi dengan rencana-rencana dan kenyamanan untuk mendapatkan suatu hal yang sempat ada dalam benak hatinya, kebutuhuan mencari laba dan remang-remang pencamapaian senantiasa orang selalu berikan dalam setiap mentari terbit. Bukan munafik lalu memiliki sudut pandang yang sangat bertentangan dangan kebanyakan orang lakukan, hal ini sebenarnya menjadi suatu jalan pertimbangan memantaskan diri atas pemikiran sendiri dan kembali menyesuaikan dengan kenyamanan setempat. Hal-hal yang terkait dengan lingkup kehidupan manusa akan terus berkembang susuai dengan kebanyakan dari mereka, bahkan sesekali sempat terlintas beberapa kalimat dari sesosok filsuf yang mengutarakan "apa yang ada di masa lalu bisa jadi masa depan dan apa yang ada di masa depan masa lalu dan apa yang ada di sekarang adalah masa lalu ataupun masa depat", dari beberapa kalimat yang sempat menjadi bahan diskusipun tidak bisa menjadi suatu jawaban yang kongkrit sehingga kenyamanan dan kebenaran, bahkan pemikiran akan selalu berkembang sesuai dengan apa yang di hadapi mereka bahkan nafsu yang berlaku di saat itu, maka sejatinya terus berganti terus berubah dan terus "menjadi", bahkan lingkup pekerjaan yang monoton yang di anggap mengubur diri sebelum matipun itu sejatinya juga berubah, yang memang hal itu terpaksa mereka lakukan hanya semata mereka "butuh". Hal ini kadang menjadi nyata yang sementara karena memang jika di sadari senyaman-nyamanya kita hidup di dunia jika hal yang di anggap nyaman itu di lakukan secara terus menerus kadang juga sempat tidak menjadi nyaman, maka dengan mengetahui hal yang demikian yang paling sederhana iyalah bagaimana kita bisa menyesuai atas apa yang mau kita lakukan sehingga moot dan perasaan sesuai "tepat" dari apa yang kita lakukan. Maka sejatinya pekerjaan yang paling nyaman iyalah kertika apa yang saya kerjaakan hari itu, maka itulah pekerjaanku.
Wonosobo, 19, Agustus, 2020
@akarbunganusantara

Comments