Mata Fikiran Imajinasi

di sudut malam kelabu ini tentunya banyak penyesalan yang timbul atas apa yang telah aku lakukan, aku menyadari bahwa hal yang telah aku lakukan dengan penuh perjuangan itu tanpa mengingat akan pentingnya bersujud di hadapanya. semakin dewasa banyak sekali kerentaan yang telah aku perbuat sendiri, aku bingung memahami hal itu jangan-jangan hanya ego belaka yang membuatku sehingga lupa akan kebesaran dan celiteh di beber mereka yang membuatku semakin tak yakin akan jalan yang aku puli. tulisan dan ungkapan bingng akan aku curahkan kapada saia tuhan, mungkin hanya kepada engkau yang maha segalanya yang dapat menerima hal ini dengan tulus. bahkan segelincir kalimat ini tak memahami akan sebagaimana aku yang banyak berhal-hal sehingga tak juga aku bisa memikirkan akan kebutuhan yang seharusnya aku lakukan sendiri. saat tak memiliki apa-apa ini seakan jiwa lemah jiwa tak berdaya, karena memang kebiasaan akan hadirnya uang kadang-kadang membuat diri ini lupa akan apa yang sejatinya diri kita hidup di alam yang terang ini. mungkian hak yang aku tulisakan ini adalah sebuah jawaban mengapa aku tak selalu bisa bersujud di hadapan engkau, bahkan aku tak paham akan hadirnya tulisan ini di hadapanku, hadapan sang imajinasi yang menggapai mimpi, harapan misteri ilahi. aku tak tau hal apa yang akan aku temuai di suatu hari nanti, yang bisa aku pahami adalah berfikir tentang hari ini, bahkan berfikir tentang suatu hari nanti tanpa menyadari bahwa hari ini adalah sebuah proses tentang hari lalu, dan hari ini adalah proses untuk suatu hari ini.
detik semakin mendekati kuping ini, sekana imajinasi pergi melaimbai membatasi hal yang telah ada dalam sebuah peluang untuk senantiasa menggabarkan.

Wonosobo 03, Agustus, 2020
@akarbunganusantara

Comments

Popular Posts