Hujan Bulan Ini!
Semenjak hujan di bulan ini reda banyak dugaan-dugaan peradaban yang sudah semestinya kita lakukan, banyak prahara di negeri dewata mengguncang tanah serta air wujudan pertapaan mereka, dengan sekecap bayangan diatas dugaan atas pemeliharaan yang sudah semestinya kita taklukan dalam diri dan akan terus mengerti. Semenjak syair-syair itu tiba di depan pelupuk lara tak banyak lagi kebingungan yang sudah semestinya kita lakukan dalam sebuah hari antara hujan dan mentari dalam sujud perenungan. Di atas belantara hujan dan panas membelai biyas putih di atas tanah yang tergelincir bak bungai sangkar yang menyorong dalam gulita malam dengan dambaan rintih hujan yang datang tanpa sengaja.
kadang-kadang manusia sering mengalami pikiran yang dalam dirinya menjumpai perenungan tanpa kita sadari, bahkan memang susah memahami dengan banyaknya aspek-aspek perwujudan diri, namun sampai kapankah kita akan menyadari semua ini bahwa ini adalah saatnya kita mewujudkan berbagai perenungan yang telah kita alami sepanjang pandemi. Kapan lagi kita akan bergerak bak bunga di atas nadi dengan penuh candaan dan juga jembatan yang meski akan kudalami dalam setiap gelanggang suci yang membuat hujan menjadi sepotong terpaan atas hujan dini hari. Dan siapakah yang pada nantinya akan tetap bisa bertahan dalam seluruh tonggak asa yang memilukan dalam bayang-bayang diri.
Yang menjadi jawaban dari segala persoalan atas hujan bulan ini yakni masih akan tetap berkaitan dengan berbagai aspek yang akan kita wujudkan diantara banyaknya persoalan yang terjadi. Bahwa manusia yang bijak adalah mereka yang dengan sadar menyadari semua ini dan dengan sadar mulai membenahi lewat jalan diri. jalan diri atas berbagai hal yang akan mereka lakukan dalam meja penyajian hidup sepanjang masa. Pada dasarnya manusia memang memiliki segudang pertanyaan beserta berbagai tindakan yang akan mereka lakukan dalam hidupnya, namun terkadang banyaknya aspek yang akan mereka lakukan itu terkendala dengan hal-hal realita yang terjadi dalam hidupnya. Sepanjang huaj bulan ini yang aku amati setidaknya ada berbagai macam tragedi yang seharusnya hal ini menjadi sebuah jawaban atas berbagai hal yang menjumpai dalam hidupnya, bahwa Hujan Bulan Ini tak akan berarti tanpa adanya Prahara yang terjadi.
Rintik beserta reriuhan pepohonan yang menyebar dipinggir sungai berwarna coklat dengan gelombang dan kecepatan yang tidak seperti biasanya setidaknya memberikan dambaan dan gambaran akan bagaimana hujan bulan ini menjadi sedikit berarti dibandingkan biasanya. Apakah hujan bulan ini akan lebih berarti di banding hujan bulan juni ? Sejatinya hujan yang menghampirimu dalam setiap aktivitasmu adalah pertanda bagimu, pertanda akan aktivitasmu pertanda atas berbagai hal yang kau alami sepanjang hidupmu di atas hujan yang kau lakukan itu. Bersama Hujan Bulan Ini seharusnya membuat kita lebih mengerti akan berbagai arti, membuat kita lebih bisa melakukan atas hal-hal yang sudah semestinya kita lakukan dan kita taklukan untuk penghidupan yang lebih damai dan lebih bermakna untuk memberi arti demi hujan bulan ini.

Comments