*bait prasangka penyembah luka*

Serambi hijau diatas kamar mengepakkan gelanggang sunyi bandung, hampa nyata dalam suasana hujan yang tak bisa meneteskan airnya dalam sepetak mangkuk kecil dalam penyajian malam hari. Aku tak paham dengan nagaimana engaku memahami diriku, aku tak paham cinta yang sebenarnya kau tanamkan itu seperti apa. Sebab untuk komitmen tak harus menikah tak harus punya ikatan yang sah, meski terkadang di saat yang sama hal seperti ini sering di artikan sebagai salah penggunaan tentang hubungan saling mencintai antata ia dan aku. Sebab memang nyata tak ada yang bisa di jadikan jaminan saat berpacaran dengan komitmennya..
Namun sesalnya pacaran itu menggunakan rasa komitmen itu menggunakan cinta dan nafsu itu, namun diantara sudut yang berbeda itu aku mungkin menjalankan posisi yang kurang tepat untuk mencintainya. Kejujuran serta kenyataan-kenyataan yang kemudian menaruhkan gelanggang suci itu terpecahkan..
Aku mungkin telah melelapkan sudut - sudut yang diam-diam berbeda, sudut-sudut yang kian membuatmu terhenti untuk kemudian menggairahkan hidup..
Nyatanya hal yang kau tanamkan hanya sepotong bait luka yang diam-diam meletakan dalam ember hijau di atas padanh pasir lalu membuangnya. 
Jangan bermain dengan cinta
Jangan biasa dengan cinta
Biasalah dengan kenyataan-kenyataan yang tertanam dalam seoetak embun pagi. 
Selamat berproses selamat memproses
03,01,22
Roni Susilo

Comments

Popular Posts