Di balik bulan Desember
Waktu itu ela duduk diantara bilah bangku kecil diantara dinding berwarna merah menyerupai klenteng-klenteng tempat dimana mereka mengalurkan kesujutan yang menyelinap diantara dupa yang terbakar bara dangan bau menusuk dalam nadi. Diantara tembok merah itu ela menyelinap kesepian diantara ke ramaian, pemaksaan untuk melakukan beberapa hal memang menjadi aspek yang sangat memilukan, meski membuat ia lebih bergairah. Namun rasa yang hingga kini ia alami adalah merasa resah Dan engap terhadap keadaan sudah tak lagi membuat ia bergairah aoalagi di baluri dengan udara karawang yang dimana-mana sudah ada pabrik-pabrik yang kemudian tak hanya membuat udara panas akan tetapi enggap Dan memilukan. Aku sendiri mencoba memahami hal-hal yang sedang dia alami yaa meski aku sendiri sedikit kebibgungan dengan hal apa yang harus ia lakukan untuk kemudian membuat hidup ini lebih bergairah. Sebab aku Kira semua juga akan mengalami fase yang seperti ini, dimana hidup menjadi teka-teki yang semakin sulit di pecahkan. Namun yang menjadi lebih menarik bahwa cara Dia mencoba memecahkan masalah adalah hal yang paling itim. Dengan kisah jni penyadaran-penyadaran untuk kemudian tidak terbawa arus lingkungan memang menjadi hal yang sangat sulit untuk dipecahkan, sebab Ela adalah kapten kapal yang bisa menerbangkan pesawat, memasak, menambah ban bocor. Energi Dan pengakuan orang terhadapnya menjadi aspek yang sangat penting untuk kemudian ia kembali merenungi Dan menjalani hidup dengan penuh gambaran yang lebih realists. Lalu adakah komitmen yang tak sehat, lalu adakah menjalankan hidup yang tak sehat lalu adakah yang sehat dari semua itu apakah sehat yang sebenernya itu??.
Cobalagi kita kembali lakukan hal yang tadinya membuat kita lebih bergairah atau mungkin menikmati udara lautan lepas tanpa ada pengaruh orang sedikitpun lewat hujan lewat mentari lewat pasir putih yang telah di terpa angin yang kemudian dengan diam melahapanya. Apakah bisa Kita menganadaikan hidup yang mungkin susah untuk Kita paham I, apakah mungkin kemungkinan-kemungkinan itu menjadi lebih berbobot diantara tindakan yang sama sekali tak mendekati itu. Dari sedikit kisah ini mungkin ela mencoba mengajak kita untuk setidaknya menyapa masa depan dengan jalan di hati ini, tanpa sedikit prespektif Kenaifan atau bahkan lelucon hidup yang tak sesuai.

Comments