*rembulan ini menjadi kelabu*

Mentari ini tak akan redup kekasih, meski banyak terpaan yang mencoba menghancurkan tak lain juga dirimu sendiri kekasih, aku paham maksud dari kebebasan yang ingin kau lakukan dengan bertemu banyak teman, berdiskusi dengan banyak pengarang atau bahkan dengan temanmu sendiri yang diam-diam ia adalah kekasihmh.
Aku gak paham soal itu, namun diantara sesak dini hari membuatku sadar bahwa aku tak mudah untuk menjaga dirimu, sebab aku memang bukan penjagamu, yang bisa kau jaga adalah bagaimana aku menaruh kepercayaan aku dalam dirmi yang sudah semestinya kau sadar utuk menjaganya karena kau mencintai ya, begitupun sebaliknya aku mencintaimu dengan caraku mencintaimu dengan penuh kelembutan dan kesucian yang membuatmu tetap teguh dengan has rat yang diam-diam kau membalutnya dalam segenggam tangan dengan penuh keplsuan, meski kau begitu Dan aku begin mungkin aku sangat egosi aku sangat tak sepadan aku sangat tak bisa di handalkan lewat celoteh dini hari, meski demikan kau meraya merayuh dalam terpaan angin suci dalam bait-bait yang tak mungkin tersampaikan. Namun daiatas nadi yang mambuatku bergerak setidaknya aku pernah memangis dalam diamnya ratapan kegelapan yang diam-diam menyelekan Asmara dalam pelupuk Lara. Sekarang yang bisa aku jalankan adalah bagaimana hal yang bisa membuatmu kembali bernyala, kebali bahagia, kembali menikmati kehidupan Dan kembali dalam masa yang membuatmu tetap memiliki karismatik kehidupan.
... 

Meski di banding rembulan memang aku tak ada apa-apanya, di banding langit yang sangat luas, aku tak seberapa.. Namun tuhan jika cinta ini memang kau berikan untukku Maka tuhanlah yang kemudian bisa memberikan segala kekuatan yang tak mungkin tersampaikan lewat angin lenyap itu. Meski diantara gelombang ini hari mataku tak mampu terpejam lepas memenat bak bunga yang berserakan esok hari. mungkin, diantara pagi ini dimana bintang bergemerlap dan kehangatan dalam selimut kamar paling belakang dan dianta sorotan cahaya ruang tamu akan memberikan banyak makna dan perenungan di suatu hari nanti.. Bahwa diantara gelombang ini mungkin aku hanya sebatas lembayng yang diam-diam tertanam dalam tanah bawah ranjang yang kering tak terkena sinar matahari, sebab matahari kian telah membubung kelembutan tangis dini hari.
Aku sakit
Aku salah
Maafkan aku

03,01,22
Roni Susilo

Comments

Popular Posts