menjalankan kenangan
Kadang kala ada juwitan aksara yang membubung tinggi dalam kegelapan suci umat manusia. Atau mungkin esok hari ini menjadi manik-manik pertanda akan juwitan malam yang usai menjemputmu dalam manik-manik kalbu, tercemgang dengan usaian-usaian yang entah lembut atau bahkan mendalam menusuk dalam pinang atas rwmang-remang yang kadang memilukan..
Atau mungkin diaras untaian kata ini menjerit seonggok luka dalam manik-manik cinta.
Bahkan terkadang rasa ini menjadi agak sedikit terkelupas atas banyak hal yang pada dasarnya ingin aku redupkan dalam kelabu.. Atai malah dalam bnyak prasangka aku merasa seperti di permainkan oleh segudang pertanda.
Dari sini menyala riang kebingungan hingga kesalpum kian aku miliki dalam menarik - manik rahim yang kemudian melesat dalam kebisuan atau bahakn kepalsuan.. Aku tak paham dengan pemahaman yang kian terbubung usai atas banyak pertanda yang memilukan.. Atau malah suatu saat nanti banyaknya pertanda ini menjadi aesikit rumit dengan problema yang membubung dalam setiap kelabu. Yamg jelas dari banyaknya kelabi yang ku hisap banyak sekali problema - problema atas kelembapan yang kini kau temulan dalam sidut keladi atau bahkan history yang kini bisa kau temulan dalam pemahaman diri..
Dari selaras yang meletalan dalam goresan itulah yang kemudian dalat menikmato hidup agar lebih layal dan juga lebih bisa melambungkan kenangan-kenangan yang telah usai. Aku memang lelaki bukan atas harapan yang selama ini kau butuhkan atau bahkan jaewban.. Namun diantara sesak yang menyelinap dalam bait yang Luas ini diri menjadi sedikit lemah tak berharap, mengembang atau mungkin melesat atas penetapan-penetapan hidup yang memilukan.. Yang perlu di garis besari bahwa salama ini mungkin kita tal bisa paham akan rasa yang selama ini kita rasalan, selama ini kita kurang tepqt dalam memahami problema yang tal kunjung usai.. Bahwa dalam bait kesekian sejujurnya kita enggan paham dengan gejola yang terbenam dalam bait-bait kerinduan..
Selamat jalan.

Comments