*Gelombang Sempit*

Menatap gelap bagai secercah ginjal yang bergerak menuju mimpi daiatas remang dan rintik itu, dalam hangat dan riangnya sebuah pengertian dengan bagaimana memahami banyak hal yang mungkin terbilang sepi dan mungkin pergi mengembara kesucian-kesucian ilahi.. Bahwa segala sebab itu akan terus berjalan tatkala rintik riang membawamu menuju kesepian-kesepian yang terganti oleh setitis embut diatas dermaga gelap. Banyak melihat tetapi tak banyak melakukan mungkin juga sebuah persoalan diri sehingga dalam diam ini tak membuatnya nampak ada dan mungkin nampak membawa ke dalam gelombang riang yang kian terselipkan rahim mengenai konotasi dan eksistensi dunia terhadap apa yang hari demi hari bergejola dalam isi dalam diri. Sehingga tak bisa di sebutkan bahwa itu juga hal yang akan kita jalani bersama. Mulailah memahami setrategi terkait dengan hal apa yang mungkin akan di jalani di suatu hari nanti, bahwa hari ini kian kosong tak mampu menyalakan hal-hal apa yang kini dan nanti kita jalani, yaa memang hal ini menjadi manusiawi bahwa bahwa mereka akan menghawatirkan suatu sebab yang akan mereka lakukan. Dalam opini pagi ini hanya keterbatasan ruang yang tak dapat mempu mengeksplorasi apa-apa yang belum di rasakan, bahwa suasana seperti apa sejatinya bisa kita ciptakan yang memang dengan banyak sebab itulah tuhan memberikan rasa fikiran dan banyak lagi untuk senantiasa dapat mengolahnya menjadi rintik-rintik yang akan menggenang dalam diri dan hidup di suatu saat nanti. 

Comments

Popular Posts