*Tidak ada kepastian*
Pahamkanlah atas pelita yang akan senantiasa menetes dalam semerbak pribumi, dalam segelas biji kertas memijak di atas suasana akan bagaimana-bagaimana yang ada, dan bagaimana-bagaimana yang nyata serta bagaimana-bagaimana seharusnya kita. Dalam hidup kata kepastian memang menjadi suatu pijakan yang mungkin hal ini menjadi sulit di mengerti bahkan untuk bicara kepastian pun aku tak pasti. Memang hidup jarang yang paham sehingga mereka bisa memberikan, kepastian-kepastian hidup dalam selubung kematian. Semua hanya permainan bahasa, Permainan kata, serta permainan-permainan suasana yang kadang membuat terkesima dalam jiwa, bahkan tak ada yang namanya rongga dalam dada yang akhirnya membangunkan logika atas kepolosan rasa yang terus akan menggelayut dan berbicara dalam diri. Menyendiri itu memang sangat penting, bahkan sangat sakral. Hal ini menjadi perlu supaya nantinya kita dapat memahami arti dari sebuah keramaian. Bahwa Tuhan adalah ia yang akan selalu membolak-balikkan suasana hingga perasan, hingga ide-ide baru sehingga dapat bertindak dengan derasnya corong permulaan. kita tahu apa tentang apa, kita pernah apa dengan mengapa, kita pernah bagaimana dengan ia sehingga apa-apa yang menjadi kata seolah menjadi nyata, menjadi sebuah sebab sepi yang kian membelendung dengan nyala dalam jiwa dengan sambutan-sambutan kesederhanaan yang pada nantinya akan menjadi perkara atas keresahan-keresahan di jiwa, bahwa hidup ini buka apa-apa tanpa adanya prangka, tanpa adanya gelombang sepi yang memudarkan apa-apa yang kini dapat menjadi tawa. bahwa kedewasaan bahwa masa tua bahwa segala hal yang mungkin pernah di rasakan adalah aliran yang sama sekali tidak bisa di cegah karena sudah terjadi. Aku yakin di Suatu hari nanti banyak yang akhirnya bertanya-tanya dengan apa yang saya tuliskan namun beginilah suasana hati yang mungkin dapat saya tularkan yang semoga tetap menjadi apa-apa yang sudah terjadi dan belum terjadi.

Comments