*Lepakanlah Jelata*

Sandar ombang-ambing menutupi permata hijau, dibalik awat dengan redupan penantian atas ketidak setabilan hidup yang mungkin dapat memberi kenangan dalam setiap dambaan.. Krtika kerikil mulai membasahi jembatan atas dendam dalam gelap yang kian memberi pijakan atas rintisan rindu rintisan kenangan dalam ketidakpastian, hidup ini memang banyak tanya ketika seujung imajinasi tak mampu menyalakan goresan atas hak-hak yang memang tak dapat tergantikan yaaa memang hidp bayak hal yang akan terus menjelma dalam pertanyaan senandung yang kian membuat sadar dalam imajinasi, membuat rintisan itu kembali bernyala atas beberapa hal yang kian tak bernyala atas hal-hal apa adanya.. dengan diam dengan renungan tak mampu kau pertaruhkan, bahkan keberhasilan yang dapat kau pahamipun adalah sebuah gelombang yang pada akhirnya akan muncul berbagai paradikma dalam utaian syair yang tak berujung. Tak sebatas rasa yang tak bernyala, kertika dambaan berubah menjadi kenangan yang kian terus berjalan dalam sebuah ratapan, hiduplah hidup, matilah jika waktunya... entahlah demikianlah hidup demikianlah proses.. selamat memproses.....

Comments

Popular Posts