*Tumbuh dan Terus Mengkiutilah*

Dalam lingkungan yang kau hirup saat ini mungkin menjadi pertanyaan besar atas bagaimana suatu hari nanti, bagaimana esok hari dan bagaimana lain hari. Jiwa yang duduk serta hati yang tenang membuat ledupan pada fikiran bahwa sejatinya peribadi dapat meratapi lagi dengan ketenangan isi-isi hati yang tak tersampaikan, jangan hanya menurut ego fikiran dan menuntut jiwa. Tetapi juga tenangkanlah dan berhentikanlah sesekali fikiran agar dapat meraba hati, bahwa sangkar dari ketidakoastian dalam tindakan fikiran itu tersebab oleh ketidak singkronan antara fikiran dan hati. Maka tumbuhkanlah diri kuatkanlah diri sebelum nantinya engaku berhenti tumbuh untuk di terpa oleh angin yang tau kau sadari akan mengancam dirimu. Bekerjalah untuk dapat bermanfaat bagi banyak orang bahwa ukuran dari apa yang kita kerjakan bukan dari apa yang akan kita hasilkan akan tetapi dari apa yang kita lakukan.
Menyelpilah untuk paham itu, menyendirilah untuk perlu itu, dan bergeraklah untuk mewujudkan itu, bahwa itu baik buatmu dan lingkungan sekitarmu. Mentari yang terus menyinarimu, oksigen yang tak henti merasuk dalam dirimu, serta tumbuhan dan mahluk hiduo lain yang membersamaimu. Hati ingatkanlah pada fikiranmu bahwa tak ada gading yang tak retak, tak ada air yang tidak mengalir, tak ada tumbuhan yang tak tumbuh, tak ada mentari yang tak terus menyinari, tak ada menuasi yang tak ego, tak ada tuhan yang tak ada dalam dirimu. Maka sadarilah dulu, maka renungkanlah dulu, maka resapilah dulu, bahwa keabadian dalam perubahan akan terus membersamaimu, maka siapkanlah dirimu, maka cermatilah dulu, maka renungkanlah dulu, lalu bergeraklah, ikutilah untuk Kemudian menyapa embun pagi di esok hari dengan jiwa kekebalan dan nafas kedamaian untuk kemudian kembali pulang dan memepertanggung jawabkan atas banyak sebab, lalu memeluk dan bersandar pada pencipta untuk menyatu dan abadi. 

Comments

Popular Posts