*Paradikma Jelata*

Menggoreskan langit-langit
Dalam semerbaknya utaian
Yang kian terbangun dalam kesunyian
Terombang-ambing menyumput permata
Dalam gelas menerpa damaian
Di atas remang-remang membahana
Atas gelap merayap yang terus akan mengalir 
Di tepakan impian urat nadi dalam segelas air kopi
Tanpa henti dan kembali bertanya 
Akan siapa yang menyumput riang
Tergambar dalam lingkar jelma
Terbahak-bahak menyapa daun karang 
Di atas pijakan yang tenggelam
Lelap lalu lenyap
Merayap dan gelap
Tergores dan genap
Menata dan melelap
Menipis lalu kebur
Dalam riang-riang lingkar jelma yang menetes
Menetes ke dalam bak bunga yang akan terus menatap 
Menatap ke ujung pasir
Yang menyapa kabut kedamaian.. 

Comments

Popular Posts