*Diri Bukan Pecandu*
Ada yang tak berpijak pada sebelah tangan dengan ratapan mimpi demi sebuah kenangan,
Menggiring ombak dalam dermag sunyi nan damai pada sebuah corong,
Jika mipi kau angggap hayalan
Jika hayalan kau anggap mimpi. Mungkin di pelupuk lara ini menjelma pada seutas tali persaudaraan, sepotong cinta dalam sebuah dambaan. Cinta kau berpijak dimanakah atas hayalan itu, cinta kau bersemai dimanakah dalam pucuk itu, ketika sebuah hayalan menjadi kenyataan yang mengundang rasa yang tak mampu berhayal pada sebuah retaakan air mata,
Dengan seluruh ombak dalam sebuah hayalan sepi, pasir putih ini tak mampu merauk amarah yang akan menggors pada kulit-kulit baja, jika mentari itu tetap bersemai di depan dadaku pada diriku dan semsta maka lapangkanlah sebuah dada ini agar tekat hayalan dan mpmpi mampu menyalakam belenggu sepi yang terhapas kedasar laut menemani pucuk akar bahar yang akan membara pada sepujuk pohon pinang yang melambai kian bertanya kapankah pinangan itu menjadi sebuah jawaban yang akan memondasikan.

Comments