*Mengolah kepolosan*

 Sayup-sayup lepas menuju mipi.. ketika rintikan hujan membahasi jemari diatas kemesyraan yang menyapa ranting-ranting pohon yang mungkin hal ini akan menjadi tonggkan dermaga diatas angan angan yang kian terlepaskan, yaa nyata bahwa marah dan tidak mood itu penting bagi manusia dan manusia mempunyai itu, bedanya ada mereka yang terlihat dan ada mereka yang memang bisa menutupi dengan berbagai hal yang akhirnya membuat itu tidak terlihat. begitupun masalah, bahwa hakikatnya tidak ada yang tidak menjadi masalah. bahkan kebahagiaanpun akan tetap menjadi masalah jika pada nantinya kita tidak bisa mengatasinya. Hiduplah penuh dengan kebahagiaan, bahwa aku tak akan mengganggap itu sebagai suatu masalah meski itu adalah masalah, meski terkadang mungkin aku bisa di paha,i sosok yang salah dalam mengambil keputusan, maka tak apa lah selama aku mungkin tidak menyakiti atau merugikan mereka dalam hal apapun. Sadarilah kepolosan rasa, yang secara seterusnya ia begitu sangat polos dan memang hal itu jika tidak di tameng oleh fikiran secara kuat maka ia akan seenaknya dalam menyikapi, mapun tetap dengan penyelesaian masalah mereka.

Namun keksih, sadarilah bahwa pada hakikatnya fikiran di begkali dengan pengalaman-pengalaman juga atas masa yang pernah di lalui, hal itulah yang mungkin pada nantinya tetap akan menjadi jalan dan keputusan yang tepat untuk berdaulat atas diri sendiri. Nah terlepas dari konteks itu memang tulisan ini sedkitpun tak akan bisa menyapamu bahkan memperkuat kamu sehingga kamu, nanti ketika balik mungkin tak lagi merasakan seperti kepulanganmu. Namun setidaknya, tulisan ini dapat menjadi lontaran cahaya yang akan menembus langit dengan dasar tonggakan do,a. Kekasih menangislah dalam peluku, dan sadarilah bahwa ketika kau hanya dengan kekuatan rasa yang sakit, pun juga amarah, maka pakailah rasa yang kau rasakan dalam pelukanmu, Bahwa rasa yang ada di aku juga milikmu, maka jika tidak merasa kuat ketika menyatu maka akan lebih kuat.

Tuhan Terimakasih atas pertemuan ini, hal ini akan menjadi sebiji pinang yang akan terus menumbuh dan meneduhi segala bidang, atas dasar kekuatan Cinta yang kau titipkan ini semoga senantiasa menjadi suatu kekuatan yang tak pernah dapat di temukan kecuali ketika melakukan sebuah proses yang sedemikan rupa, pun juga dengan ridho mu. Kekasih kemarilah marilah kita kembali menyapa pohon apel yang berdiri tegak atas pendirianmu, itu berkat tuhan pun juga apa-apa di sekelilingnya maka berterimakasilah terhadap segalanya, ia nyata ada, dan kita belum tetu menjadi ada, karena sejujurnya yang ada adalah apa-apa yang tak ada.


Comments

Popular Posts