*meneduhi rintik hujan*
Percayalah bahwa riuh meker ini akan bersangkar pada dermaga kedamaian dipelupuk kerinduan, huja beserta kekhawatiran memberikan suatu sebab yang pada akhirnya menampak pada secorong kedamaian diatas pelipis itu, aku tak mampu menjadi harapan, aku tak mampu menjadi hujan yang mungkin akan menggenang pada spetak lubang yang meungkin bisa tumbuh serumah ikan koi beserta keluarga yang meredama diatas pelupuk, diatas remang-remang hijau, mulailah lapangkanlah dada ini dan kembalilah kedalam susunan kesadaran bahwa tak ada yang tau akan bagaimana lalu!
kekhawatiran dalam persoalan bahkan doa memang itu manusia, namun pada nantinya tuhanlah yang memberikan banyak ruang yang akan menembus kebalnya kehidupan, harapan, doa. tulisan-tulisaan penuh dengan dambaan yang lirih riuh dan mampu ku ucapkan bahwa masa berposes ada sebagai suatu dambaan yang mungkin akan segera dinantikan, kau tau usah ada dalam remang ini karena kekhawatiranmu tak akan membuat dampak yang signifikan, biarkanlah mereka menemukan genangan-genangan yang tak semestinya ia genangi. bahwa air yang menggenang sekalipun tidak mampu melepaskana kekhawatiranmu akan segera terselesaikan, namun pada nyatanta hanya keihlasan dalam daya yang telah engaku keluarkan yanga akan membuatku tetap bernyala dalam genangan yang ada.
Hujankanlah meski banyak mengacam, meski banyak meresahkan, meski di kira banyak kesalahan, namun proses adalah proses dan jawaban adalah ada dikala kita memahami, tinggal bagaimana momentum yang akan ada dan terus terlaksana, banyak mereka yang akan terus berproses tanpa berdaulat dengan kesenidirian, berdaulat dengan ketidakpastian berdaulat dengan waktu yang meungkin mengalir tanpa arah, menuju tempat-tempat yang rendah agar menggenang dan habis menyelam kedalam tanah. Tuhan terimakasih segala puji yang telah kau limpahkan kepada kami, atas kehadirian mereka yang ada, atas diri ini yang di titipkan dalam corong goa yang sebelumya tak di kira. maka janganlah engakau mengjhawatirkan segala sebab, biarlah mengalir dengan sendiri akan menyatu dalam kesucian kehidupan.

Comments