*Menyapa Kekhawatiran*
Dalam sudut pandang yang mendalam, memang tak ada yang tak mungkin bahwa manusia di dalamnya mendapatkan banyak perkara yang pada dasarnya beranjak ke dalam ke khawatriran atas banyak sebab-sebab yang di dalamnya akan terus menyapa kekhawatrikan, kekasihku berdamailah dengan apa yang akan tuhan berikan, ia nyata dan ia akan terus memberikan banyak hal yang pada dasarnya akan menemukan permata-permata yang mungkin tak bisa di pahami dengan begitu saja oleh sebgaian orang. jika tumbuh ini akan tuhan titipkan dalam diri ini maka marilah kita berdami bersama akan bagaimana suatu hari nanti dengan landasan dan kekuatas atas hari-hari ini yang telah kita kuatkan atas banyaknya proses-proses yang akan kita lalui bersama.
kekasih tetap tersenyum sekagi kau bisa, sadarilah bahwa aku begini adanya, begini dengan anggapan dan kekurangan yang mungkin aku akan tetap mensyukuri walau itu badai sekalipun, karena puncak paling tinggi dari penegakan hidup adalah bagaimna kau bersyukur atas hal-hal yang mungkin kau anggap tidak terdapat kepuasan yang sangat signifikan. Namun terlepas dari konteks yang sangat jauh bahwa sebenarnya ketika kita bisa memahami cinta, sadar akan cinta yang tidak hanya bercorong pada nafsu saja akan menumbuhkan hal-hal yang mungkin akan berdampak besar dalam kehidupan. bahwa hidup hanya sementara dan sia-sia engkau yang Merasa bosan dengan apa yang kau punya.
Keksasih, kemarilah.. bersandarlah dalam pelukanku dan kita tangisi bersama akan bagaimana telisik yang telah ada, bahwa tuhan akan memberikan ukiran-ukiran yang sempurna jikalau kita saling memahami terkait dengan bagaimana agar ukiran yang saling memggores ini senantiasa tetap nyata dan menjadi satu gerbong dan gebyog yang akan terus melindungi dan mendapingi akan keberadan kenikmatan yang mungkin tak selamnya menjadi kesan yang bernyala dalam setiap diri manusia.
Kekasih marilah kita terus menyapa badi dengan senyuman, dengan kebahagiaan dan nyatakanlah bahwa badai tak selalu bermuara dari yang tidak nyata, dan setiap manusia tentunya dengan goresan dan penemuanya masing-masing. dengan tidak saling meniru satu sama yang lainya, dan tidak selalu menyamai satu dengan yang lainya, karena ketika burung sudah punya sayap maka terbanglah, jelajahilah atas apa-apa yang telah nyata, karena semsta nyata dan ada.

Comments