*Jalan sunyi menuju mimpi*
kesadaran dalam kesuyian
membawa diri bergetar berdengung mengiringi manik-manik yang berpola mengaharah dalam pola-pola kepastian yang telah ada, yang telah bergetar dalam deburan ombak mereka yang ada. Penjiwaan bahkan resah yang berkapar dalam mereka talah ada mendiami hidupnya, maka kenapa tak lagi memoelajarinya lalu menjadikanya sebagai manik-manik yang terlepas dari ikatan benang yang menempel pada kain itu. Sungguh harus lebih luas lagi cara kita memahi kehidupan ini, memang nyata Kalimatnya yang pernah menuangkan rasa yakni semaik kamu memahami maka semakin kamu tidak mengerti, lalu teelintas dalam benak, apakah demikianlah yang di maksud memahami tapi tidak mengerti. Namun berbagai rasa telah mereka katakan dengan banyak prasangka. Maka jalani saja, nanti paham senduri!
Wonosobo, 1 Juni 2020
@akarbunganusantara

Comments