*Suara Nyata*
Sore tugu bergemuru
menghempas angin riang
tergores angin sepi
meski di tapaki oleh kenangan
Kata ini bukan permainan kata
tapi rasanya ada rembulan di sisi
meski senandung pagi hilang
diterpa oleh keheningan malam
Sunyi membuatmu ada dalam sendiri
tak bisa banyak yang keluarkan lewat corong bibir ini
hanya lambaian sunyi dan hening yang bisa ku rasa
berfikir dalam proses lantera mata api
Dabu jalanan menerpa hati ini
meski di telan kesuyian yang riang
batang-batang asap
merasuki sekujur tubuh dalam diam
Semakin dewasa engkau
harusnya engkau tak lagi kagum
dengan permata atau air mata
Yang kau rasakan
karena hidup bukan kata
hidup bukan permata
bahkan air mata
hidup adalah hidup
Nikmati syukuri dan senangi
dalam langkah demi langkah
Proses hidupmu
Itu ada dan tak akan ada lagi
Banyak kebodohan
Banyak kesengsaraan
Bahkan banyak lagi siksaan
Yang senantiasa ada
Berjuanglah tatkala batu nisan belum tertancap
lorong yang gelap belum menyapa
kembang-kembang belum tertabur
Mamang dia yang tau dan tidak mau bilang-bilang.
Jangan kau anggap enteng
Jangan kau anggap susah
Sederhanalah
Ini milik mereka.
Wonosobo 28, juni, 2020
@akarbunganusantara.

Comments