pagi tanpa bayangan

Bukan kali yang pertama aku terpuruk dalam bagun, mesku mendung lalu cerah aku tak tau itu teejadi dan nafas ini masih tetap berhembus walau sesekali masih tetap mengharapkan suaramu yang membangunkanku lewat celah-celah kesunyian. Aku terlalu jujur jika apa yang ku rasakan tak terjadi denganmu, yang jelas aku tak tau apakah yang aku rasakan juga menjumpaimu, melihat suaranya aku yakin bahwa kau juga seperti itu.. Tapi aku sadar bahwa sedikit membaca kehidupanmu akan sangat kontras dengan itu.. Namun tak tau apa yang akan terjadi dalam tumbuh ini, entah akan tetap tumbuh ataukah akan hilang di terpa tumbuh-tumbuh yang baru, mungkin sebagian dari kita akan terlalu ego bahwa banyak yang tumbuh akan lebih baik daripada satu yang bisa lebih teliti dalam merawatnya, namun tak munafik dengan keadaan, bahwa jika satupun tak menjadi jaminan maka jika kita berkesempatan menanamkan banyak lantas kenapa masih merawat satu. Tapi percayalah bahea satupun akan lebih menjanjikan daripada banyak, maka tumbuhlah dan merawatlah karena tumbang satu tumbuh seribu. Percayalah bahwa tuhan maha segalanya dan tak ada segalanya yang melebihnya. Tihan maha asyik  "kata mbah tejo" tapi kata ku emang demikian tak ada yang lebih asik kecuali kita mesra denganya maka ia akan lebih mesra dibanding kita. 

Comments

Popular Posts