*Keseimbangan dalam gerak*



Tak ada yang dapat di banggakan di suatu hari nanti, kalimat ini muncul seakan menusuk dan meraba imajinasi akan hari-hari yang telah berganti yang akan kita tinggalkan sebagai tonggak cerita hidup nanti. Seakan tak yakin besar kemungkinan bisa nikmat di hidup seperti sedia kala yang mampu meraba tanpa prasangka dengan tonggak yang mulia. Tulisan ini aku yankin taakan bisa menggantikan antisipasi hal-hal yang ada, hal-hal yang akan tak ada. Gerakku tak bisa menggantikan banyak hal yang telah aku gunakan, telah aku butuhkan, dan telah aku mimpikan seperti memakai buku, menggunakan bahan bakar, dan masih banyak lagi atas beberapa momen yang telah di lewati. Tak banyak pesan yang di sampaikan oleh leluhur tentang sebagaimana mereka memikirkan atas hal yang terjadi di hari ini, teknologi hari ini, dan masih banyak lagi untuk hari ini. Tulisan ini taakan mungkin menyampaikan seberapa banyak dan luas hutan yang kita manfaatkan tanpa memikirkan pertimbangan apa yang kita baktikan. Kebutuhan dan kemanfaatan tak seimbang dan terlalu banyak tertelan dalam jeda di setiap gerak kita, semoga tuhan semesta raya tetap bisa bersanding dengan ketidak sadaran kita. Tuhan, Alam, Hutan, Budaya, maafkan kami atas apa yang kami lalui.
Semoga khususnya pribadi bisa mengimbangi atas kesadaran yang telah aku lalui.

Wonosobo 31 Agustus 2020
@akarbunganusantara

Comments

Popular Posts