menumbuhkan rasa dalam kehampaan

Melihat lintasan yang terlalu sepi dan hampa setelah rasa yang tertanam dengan kokoh tumbang dengan begitu saja meski badai berunglangkali menjumpai namun tetap berdiri. Bagiku tak ada pondasi yang paling kuat kecuali kita yakin dan sadar betul bahwa hal itu tidak tumbang, aku bisa saja percaya dan yakin bahwa itu tidak tumbang karena memang bahwa rasa itu akan datang meski kita sibuk mencarinya. Di kesempatan yang lain aku sadar bahwa tanpa sibuk mencarinya ia datang dengan senyuman, meski diriku terlalu ego untuk berharap tak tumbang dengannya. Namun hal inj memang menjadi suatu persoalan yang wajar, dimana setiap orang bila kedatangan rasa yang akhirnya tertanam dengan dalam ia akan senantiasa berharap untuk mengantisipasi ketumbangan. Namun bagi dia, sebagai rasa yang tak sengaja menjumpaiku ia punya cara yang sedikit berbeda denganku untuk tidak tumbang, karena memang pada hakikatnya tak ada yang salah dengan rasa. Maka dia mencoba untuk menanamkan rasa itu dalam pribadi masing-masing tanpa mempersoalkan segala aspek yang akan mengancam rasa itu tumbang. Aku sangat yakin bila tak saling peecaya betul hal ini akan sedikit tidak gampang namun apalah daya rasa bila tak di percayai bersama bahwa ada rasa diantara kita. Aku sangat menghargai apa yang telah dia sarankan, karena aku sadar rasa yang tertanam bersama dalam diri masing-masingpun dengan saling percaya aja tetap tumbang hanya dengan hal-hal terkait dengan impian. Tidak ada yang salah dengan rasa yang lalu meski tumbang kini, namun hal itu sebagai suatu jalan kesadaran dan pembelajaran betapa pentingnya kita menjaga atas apa yang telah tuhan berikan. Aku sangat yakin bahwa keputusan yang paling hakiki akan ada di tangan tuhan, lalu yang paling tepat tertanam Sebelumnya yakini rasa Syukur yang tiada henti.
Hai rasa yang kini ada, hai rasa yang menjiwa terserah engaku rasa ini mau di bawa kemana, terserah tuhan rasa ini mau seperti apa karena memang aku sadar bahwa tak ada jalan yang lebih tepat kecuali jalan yang sudah diberikan oleh tuhan. Maka sekecil apapun kau menganggap rasa ini akan selalu tertanam dan tumbuh besar dalam jiwaku, hal yang sia-sia bagiku ketika rasa yang sudah tertanam kita tumbangkan hanya dengan ego kita, maka jika ingin pergi dan berganti silahkanlah biarkan rasa ini tumbuh di dalam jiwa ini, supaya kelak engkau ketika sudah menemukan rasa yang tertanam kuat ini kelak kau akan takjup dengan rasa yang kau tumbuhkan dalam jiwa ini.

Ropoh, 3 September 2020
@akarbunganusantara 

Comments

Popular Posts