Pagimu kaulah aku
Dilubuk kesunyian
Terang tenang dan senyap
Melihat gorong-gorong dermaga yang gelap
Memucuk pada daun riang rembulan
Bersama cahaya yang tak pasti
Kilat-kilat imajinasi
Yang membangun suara dalam lubuk hati
Tertutup tajam dalam sebuah kehangatan kalbu yang mengebu
Pantaskah hati ini memijak pada daun
Yang akan lemah
Pijaklah dalam ranting
Lembut memikul tajam dalam impian
Tertanam dalam secangkir embun
Menetes dalam tegukan kenikmatan
Yang tak bisa kau impian
Kekasihku menagislah dalam kesuyian itu
Jangan samapai ada yang tau
Dan melihatnya kau tersenyum
Memerah seutas fajar
Yang datang dengan tiba-tiba
1 Mei 2020
@akarbunganusantara

Comments