*Ruang Hampa*



Sejenak berfikir riang
matamu bergelora tatkala
aku menutup mata di ujung goa
berdiam tak berirama

rembulan tak lagi menampakkan sinarnya
meski di bawah langit dan bintang yang sama
namun aroma semerbak yang menghampiri
dalam depan hidungku bisa ku rasakan

apakah rasa ini
dan benarkah cahaya yang bergelora
di depan hidung yang mencoba menepa
rasa ini adalah dirimu kekasih

tak yakin namun aku percaya
dalam goa apalah dayaku kekasih
hanya saja pertimbangan yang ada
adalah halusinasiku yang mencoba menemui kamu

kekasih di ruang hampa ini
tak banyak yang aku lakukan
hanya berdiam dan mencoba melihat atas kegelapan
Mungkin rasa bisa menyala tetapi tidak dengan mata

gerak dan bergerak sudah aku lakukan
berteriak dan menuangkan ego juga sudah ku lakukan
Namun hanya saja yang terngiang dalam jiwa ini
hanya dirimu kekasih

lama-lama aku tidak memahami kenapa aku ada dalam ruang hampa ini, mungkin hanya saja agar aku senantiasa lebih bisa memahami dan mengerti adanya kau di sisiku
Di ruang ini aku semakin sepi dan sangat butuh kamu kekasih

Fikiran ini seakan melayang terbang ke arah yang tak jelas
Ke arah yang tak ku duga
Ke arah yang tak terarah
Kekasih datanglah..

Tap tak mengapa kekasih bila ini memang proses
Tak apa bila ini memang sebuah usaha
Tak apa bila ini memang nyata
Tak apa bila ini sebuah do, a

Kekasih aku yakin bahawa
kamu juga butuh aku
Yang tak rela membayangkan aku
Di ambang kehampaan.

Wonosobo 16 juli 2020
@akarbunganusantara

Comments

Popular Posts